Hello World

J'écris parce que j'aime lire

The Invention Of Lying

For you that never watched this movie; it’s about the world where no one has ever lie before!

Ya, film ini menceritakan betapa jujurnya orang-orang dalam mengungkapkan apa yang mereka lihat, mereka rasakan, dan mereka pikirkan. Hingga pada akhirnya Mark Bellison, diperankan oleh Ricky Gervais,  yang butuh uang untuk membayar tagihan apartemen mengatakan hal yang tidak sesuai dengan kenyataan pada teller-bank, berbohong terhadap jumlah nominal tabungannya.

Saat itulah Mark menyadari bahwa dia bisa mengatakan hal yang tidak semestinya (berbohong) dan mulai membantu orang jalanan mendapatkan uang dengan berbohong pada Bank. Long story short, Mark lolos dari tangkapan polisi, menceritakan betapa indahnya kehidupan setelah mati, hingga adanya man in the sky – that control the universe. Sebuah penggambaran bahwa setiap satu kebohongan selalu menciptakan kebohongan lainnya.

I won’t spoil, just watch it!

Lalu pertanyaannya adalah, apakah manusia bisa hidup tanpa berbohong? Tidak, untuk jawaban yang realistis. Bisa, untuk jawaban yang juga realistis. Mungkin susah jika seorang manusia hidup tanpa harus melakukan satu kebohongan, atau bisa dikatakan, mungkin tidak ada orang yang hidup tanpa pernah melakukan satu kebohongan. Karena pada dasarnya kita hidup diawali dengan kebiasaan berbohong yang ditanamkan oleh, siapa lagi kalau bukan… ta da~ orang tua kita! Yep, our parent is the root of inventor of lying!

Setiap orang berpikir bahwa mereka punya orang tua terbaik di muka bumi ini, sah. Memang demikian adanya. Dan tentunya mereka juga pembohong yang baik. Mungkin terdengar kasar saya menyebutkannya demikian, but that’s the fact.

“Bu, ke pasar malem yuk. Nisa pingin naik pesawat-pesawatan”

“Udah malem, nanti ada setan loh. Nanti kalo diculik gimana?”

“Apa iya bu? laaaah, ya ga jadi…”

Malem berikutnya? same song, different corus, si ibu cari alasan yang berbeda sampai akhirnya Pasar Malem itu bubar. Di cerita lain, mungkin ada kebohongan tentang tukang eskrim yang tiap sore lewat.

See? We grew with full of smith (–shit .red). Kebiasaan bohong secara implisit sudah ditanamkan oleh orang tua kita.

Lalu kebiasaan ini kita praktekan kepada adik kita, begitu seterusnya, hingga kita menjadi orang tua dan mengajarkan anak-anak kita bagaimana cara berbohong yang baik dan benar yang pada akhirnya digunakan untuk membohongi kita sendiri. Boomerang!

Mungkin beda cerita ketika kita sudah dewasa, dimana kita berbohong karena adanya tekanan dari lingkungan sekitar dan mencari alasan menghindar dari sebuah kewajiban yang belum terselesaikan.

“orang yang suka bohong biasanya tuh kalo jadi pejabat pasti korupsi” Pak Bari, guru PPKN paling yoi.

Mungkin terlalu jauh tulisan ini bila dikaitkan dengan korupsi. Tapi setidaknya kita tahu adanya sedikit korelasi. Saya pernah berbohong, Anda pun pernah, setiap orang melakukannya. Tidak perlu saling tunjuk. Tapi setidaknya kita bisa menciptakan budaya, dengan mengatakan yang sejujurnya. Kata susah bisa kita ganti dengan mudah.

Mungkin tidak untuk saat ini, tapi setidaknya kita bisa perlahan menghilangkan kebohongan dengan berkata jujur untuk anak-anak kita kelak.

Remember this; children are good imitator.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *