Hello World

J'écris parce que j'aime lire

Makanan Ini Punya Nama yang Unik, Lucu, Hampir Saru, dan Kamu Pasti Belum Tahu!

Datang ke acara Festival Kalilunjar ternyata membuka mata bahwa Indonesia punya banyak budaya yang sampai sekarang masih dipegang teguh oleh masyarakatnya. Bukan cuma budaya, negara kita ternyata punya banyak makanan tradisional yang punya rasa dan nama yang enak dan unik.

Sebagai orang Sokaraja, aku kira Gethuk dan Soto Sokaraja adalah makanan yang paling unik yang pernah ada. Soalnya banyak temen yang kalo diajak makan Soto suka bilang aneh, kok pakai bumbu kacang, itu Soto apa Pecel? Mereka juga taunya kalau Gethuk ya Gethuk (ketela matang yang diuleg dicampur gula dan biasanya ditaburi ampas), ngapain harus digoreng?

Nggak usah jauh-jauh bandingin ke Papua, baru -/+ 50 km ke arah Timur, dari Banjarnegara ngalor munggah nduwur gutul Kalilunjar aja makanannya udah berbeda. Di sana nggak ada Soto Sokaraja, adanya Soto Kalilunjar. *ditampong* Enak aja ngaku-ngaku Soto Sokaraja padahal jualannya di Banjarnegara!

Waktu itu, baru aja pulang nge-camp di Pantai Pecaron, aku diajak Pungky dan teman-teman Blogger Banyumas buat jalan-jalan ke Kalilunjar, Kecamatan Banjarmangu, Banjarnegara. Di sana ternyata lagi ada acara tahunan bernama Festival Kalilunjar. Ini merupakan acara yang diadakan oleh warga dan untuk warga, berupa prosesi hari jadi Desa Kalilunjar yang ke 184 dengan berbagai rangkaian acara, salah satunya Boyong Oyod Genggong yang merupakan ritual adat yang Alhamdulillah-nya sampai saat ini masih dipertahankan oleh masyarakat setempat. Jaga terus nggih, pak!

gambar Pesta Pala
Credit Pic: IG @pungkyprayitno

6 Makanan Unik di Pesta Pala

Selain itu, ada beberapa rangkaian acara lain seperti Malam Tirakatan, Pesta Obor Ambal Warsa, dan juga Pagelaran Wayang. Pesta Budaya Kalilunjar ini diadakan tiap tahun sekali dengan berbagai prosesi menarik. Tapi dari berbagai rangkaian acara tersebut, menurutku acara Pesta Pala yang paling joss karena ada makanan dan minuman yang punya nama unik dan belum pernah aku denger sebelumnya!

Oiya, Pesta Pala ini adalah salah satu rasa syukur masyarakat Desa Kalilunjar atas apa yang diberikan alam. Jadi, semua makanan yang tersaji di sini terbuat dari berbagai jenis hasil bumi. Di Pesta Pala, tiap RT menyajikan jajanan khas Desa Kalilunjar. Aku jadi tau ternyata ada beberapa makanan yang namanya aneh, bentuknya juga aneh, rasanya juga aneh, tapi enak.

Oke, kita mulai dari yang biasa-biasa aja dulu ya.

Gethuk

Kalo di Sokaraja Gethuk itu digoreng, di Kalilunjar yang notabene cuma beda kabupaten, ternyata Gethuk punya modifikasi yang lebih kreatif. Mereka gak kenal deep fried kaya orang Sokaraja. Mereka memilih jalannya sendiri dengan membuat Gethuk Pelangi. Adapula jenis Gethuk namanya Gethuk Budin. Ellaaah ini mah boled digodog terus diuwur-uwuri ampas asin. Aku yakin orang yang menciptakan Gethuk Budin ini sama malesnya sama orang yang ngedesain Bendera Libya.

gambar Gethuk Pelangi
Credit Pic: IG @idahceris

Sawut Talas

Talas adalah salah satu jenis umbi yang digunakan dalam peribahasa di buku bahasa Indonesia. Bagai air di daun talas. Tau kan? Selain bisa digunakan sebagai peribahasa, Talas juga ternyata bisa dimakan. Daunnya sebenarnya sering kita makan dalam bentuk Buntil. Nah, Sawut Talas ini adalah bagian akarnya (umbi). Sebenarnya ini kaya Ubi direbus, terus diiris tipis-tipis dan dikasih pewarna merah.

Legen Gandul

Ini adalah sebuah makanan yang diberi nama berdasarkan rasa dan bahan dasarnya. Legen secara harfiah berarti Legi, dalam bahasa Indonesia artinya manis. Gandul sama dengan Pepaya. Jadi ini adalah manisan papaya.

gambar makanan khas Desa Kalilunjar
Credit Pic: IG @weningts

Lemex

Ini bacanya Lemeks, ya. Bukan Leme(ten). Kalo yang baru dirilis Apple, itu bacanya aifon Ten, bukan aifon Eks. Sampai sini ada pertanyaan? Lemex ini kalo di daerahku itu namanya Lemet, rasanya manis, legit, terbuat dari Singkong yang diparut halus dan dicampur gula merah lalu dibungkus dengan daun pisang, terus direbus.

Inthil

Duh, gimana jelasinnya ya. Aku tau makanan ini, tapi lupa gimana cara buatnya dan bahan dasarnya. Tapi kalo liat makanannya pasti aku inget, soalnya namanya lucu.

gambar Jembawuk
Credit Pic: IG @weningts

Jembawuk

Nah ini, kalo gak dateng ke Kalilunjar pasti gak akan tau kalau ada minuman tradisional yang namanya Jembawuk. Mungkin karena berada di dekat Pungky, aku ketawa-ketawa terus pas nyobain minuman ini. Apalagi Pungky kerap memancing amarah dengan nanya “Ini namanya minuman Jem… apa bel?” sambil mlengos nyrenges.

Ternyata, masyarakat Kalilunjar lebih jenius daripada Barista Starbucks. Mereka nggak tau manual brewing itu apa, tapi bisa bikin racikan kopi yang pas. Jembawuk sendiri adalah kopi yang dicampur santan, gula merah cair, rempah, dan kalo gak salah ada jahe-nya.

Mungkin ini adalah energy-drink-nya orang jaman dulu. Rasanya kaya kopi, ada gurih-gurih ampas kelapanya gitu, anget juga pas diglegek. Yang menarik, Wedang Jembawuk ini dituangkan langsung dari sebuah kendi yang terbuat dari tanah liat dan disajikan dengan gelas bambu. Ntaplah!

Sebenernya, ada banyak makanan tradisional khas Desa Kalilunjar lain, seperti Uwi, Ganyong, Sulok, Mata Roda, dan makanan lain yang ditulis dengan Aksara Jawa. Sayangnya aku nggak bisa baca Aksara Jawa dan lupa nanya nama-nama makanan itu serta bahan bakunya.

Mungkin taun depan kamu bisa dateng sendiri dan nyobain makanan yang aku tulis. Bawa kamus Aksara Jawa juga ya, biar tau nama-nama makanan khas Desa Kalilunjar sambil nguri-uri Budaya Jawa.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *